Prikkitioe's Blog











{Desember 11, 2009}   Indeks warna

Indeks warna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Dalam astronomi, indeks warna adalah sebuah nilai numerik sederhana yang menentukan warna suatu obyek, dalam hal ini, sebuah bintang yang memberikan temperaturnya. Untuk mengukur indeks tersebut, seseorang mengamati getaran sebuah obyek melalui dua penyaring berbeda, seperti U dan B, atau B dan V, di mana U sensitif terhadap sinar ultraviolet, B sensitif terhadap cahaya biru, dan V sensitif terhadap cahaya nyata (hijau-kuning; lihat pula: sistem UBV). Sekumpulan pita pelewat atau penyaring disebut sebuah sistem fotometrik. Perbedaan getaran yang ditemukan dalam penyaring ini disebut indeks warna U-B atau B-V. Semakin kecil indeks warnanya, semakin banyak obyek birunya (atau lebih panas). Sebaliknya, semakin besar indeks warnanya, semakin banyak obyek merahnya (atau lebih dingin). Ini akibat dari skala getaran logaritmik, yang mana obyek terang memiliki getaran lebih kecil (negatif) daripada obyek remang. Sebagai perbandingan, Matahari kekuningan memiliki indeks B-V 0.656±0.005[1], sementara Rigel kebiruan memiliki B-V -0.03 (getaran B-nya adalah 0.09 dan getaran V-nya adalah 0.12, B-V=-0.03).[2]

Indeks warna untuk obyek jarak jauh biasanya dipengaruhi oleh kepunahan antarbintang —i.e. mereka lebih merah daripada bintang yang lebih dekat. Jumlah pemerahan ini dikenali dari kelebihan warna, yang ditetapkan sebagai perbedaan antara Indeks warna pandang dan Indeks warna normal (atau Indeks warna intrinsik), indeks warna asli hipotesis terhadap bintang yang tidak dipengaruhi oleh kepunahan. Contohnya, dalam sistem fotometrik UBV kita bisa menuliskannya untuk warna B-V:

EBV = (BV)Pandang − (BV)Intrinsik

Penggunaan pita pelewat oleh astronom adalah penyaring UBVRI, di mana penyaring U,B, dan V disebutkan di atas, penyaring R melewati cahaya merah, dan penyaring I melewati cahaya inframerah. Sistem penyaring ini kadang disebut sistem penyaring Johnson-Cousins, dinamai setelah penemu sistem ini (lihat catatan). Penyaring ini dijelaskan sebagai kombinasi penyaring kaca dan tabung pengganda foto. M. S. Bessell menjelaskan berbagai transmisi penyaring untuk sebuah detektor respon datar, yang menjumlahkan penjumlahan indeks warna[3]. Untuk ketepatan, pasangan penyaring dipilih tergantung suhu warna obyek: B-V untuk obyek jarak menengah, U-V untuk obyek panas, dan R-I untuk obyek dingin.

[sunting] Sumber

[sunting] Lihat pula





Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: